3 Hal Ini jadi Pertimbangan Utama Pembelajaran Tatap Muka

- 2 April 2021, 19:10 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim/
Mendikbud Nadiem Makarim/ /instagram.com@nadiemanwarmakarim
 
 
 
KABAR JOGLOSEMAR - Pemerintah melalui 4 menteri membuka peluang bagi satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas mulai tahun ajaran/akademik 2021/2022.
 
Peluang dimulainya PTM secara terbatas itu tertuangan dalam SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri yakni Mendikbud, Mendagri, Menkes dan Menag pada Selasa 30 Maret 2021. SKB tersebut tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
 
Menurut Mendikbud Nadiem A Makarim, ada 3 perinsip yang menjadi pertimbangan utama digelarnya PTM secara terbatas itu, yakni kri kesehatan, keselamatan dan tumbuh kembang anak.
 
 
 
Sebab, menurut Mendikbud Nadiem A Makarim dikutip Kabar Joglosemar dari laman kemdikbud.go.id pada Jumat 2 April 2021, pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 memunculkan dalam sosial yang negati di dunia pendikan.
 
"Ada dampak sosial yang berkepanjangan selama pandemi Covid-19 seperti penurunan capaian belajar, putus sekolah, kekerasan pada anak dan resiko ekseternal lainnya," kata Mendikbud Nadiem Makarim.
 
Menurut Mendikbud, sampai saat ini Indonesia merupakan salah satu dari 4 negara di kawasan timur Asia dan Pasifik yang belum melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh. Padahal 23 negara lain di kawasan itu sudah melaksanakan PTM.
 
 
 
Mengutip data UNICEF, menurut Mendikbud, anak-anak yang tidak bisa mengakses sekolah secara langsung semakin tertinggal . Dan dampak paling besar dirasakan oleh anak-anak yang paling termarjinalisasi.
 
Dikatakan, sebanyak 85 persen negara di Asia Timur dan Pasifik sudah melaksanakan PTM secara penuh. Sementara dari hasil kajian UNICEF, pemimpin dunia diminta berupaya semaksimal mungkin menggelar sekolah tetap buka. Selain itu, memprioritaskan sekolah yang masih tutup untuk bisa dibuka kembali.
 
"Banyak negara lain sudah menjalankan PTM secara penuh, sementara Indonesia baru berencana menggelar PTM secara terbas mulai tahun ajaran 2021," kata Mendikbud Nadiem A Makarim.***

Editor: Sunti Melati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X