Presiden UEFA Ceferin Sindir Florentino Perez: Saya Tahu Ini Akan Berakhir

- 23 April 2021, 06:50 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin
Presiden UEFA Aleksander Ceferin /UEFA

KABAR JOGLOSEMAR - Badan penguasa Eropa, Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, kembali mengkritik presiden Real Madrid Florentino Perez.

Dirinya menyindir Florentino Perez bukanlah presiden apa menyusul proyek European Super League yang gagal.

"Perez adalah presiden Super Leaugue yang tidak ada, dan saat ini dia bukan presiden apa-apa," kata Ceferin kepada penyiar Pop TV Slovenia dikutip KabarJoglosemar.com dari Marca.

Baca Juga: Senyum Manis Rachel Vennya Unggah Foto Bareng Pria, Netizen Sebut Ini Versi Lebih Ganteng

Dia mengatakan bahwa Perez selama ini hanya tidak menyukainya sebagai presiden EUFA.

"Sudah lama jelas bagi saya bahwa dia tidak menginginkan presiden UEFA seperti saya. Ini hanya insentif yang lebih besar bagi saya untuk bertahan," imbuhnya.

"Dia ingin memiliki presiden UEFA yang mematuhinya, yang mendengarkan dia, yang melakukan apa yang dia inginkan," tambah Ceferin.

Beberapa waktu lalu, dibawah pimpinan Perez dan kepala Juventus Andreas Agnelli, 12 klub elit utama Eropa berusaha untuk membuat European Super League.

Baca Juga: Sang Suami Atta Halilintar Kembali Positif Covid-19, Aurel Unggah Hadis yang Artinya Ini

Kenyataannya setelah dikecam habis-habisan dari pemerintah, pejabat dan suporter, satu persatu tim yang bergabung mulai ambyar.

Diawali enam klub Inggris mengundurkan diri. Kemudian disusul tiga klub Italia dan Atletico Madrid menolak proyek tersebut.

Seolah mengejek proyek yang gagal itu, Ceferin menganggap bahwa bentukan European Super League tak pernah ada.

"Menurut pendapat saya, Super League tidak pernah ada. Itu adalah upaya untuk menciptakan liga bayangan orang kaya yang tidak akan mengikuti sistem apa pun, yang tidak akan memperhitungkan struktur piramida sepak bola di Eropa, budayanya, tradisinya. atau sejarah," kata Ceferin.

Baca Juga: Lelang untuk Pakaian Jimin BTS yang Belum Dicuci Akan Dibatalkan

Presiden UEFA menegaskan dia percaya pada kekuatan sepak bola.

"Sepak bola dapat memicu banyak gerakan sosial dan saya yakin itu akan terjadi di Inggris.

"Setelah reaksi Boris Johnson, Emmanuel Macron dan Viktor Orban, serta Komisi Eropa, saya tahu ini akan segera berakhir," pungkasnya. ***

Editor: Galih Wijaya

Sumber: Marca


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x