Kenapa Bisa Muncul Awan Bentuk Semar di Langit Gunung Merapi? Ini Penjelasan BMKG

13 November 2020, 21:55 WIB
Penampakan awan mirip Semar di langit Gunung Merapi, Kamis, 12 November 2020 /Twitter/@ketoprak_telur

KABAR JOGLOSEMAR - Warganet sempat dihebohkan dengan muncul postingan di media sosial. Tampak awan mirip Semar di langit Gunung Merapi pada Kamis, 12 November 2020 kemarin.

Foto itu pertama kali diunggah oleh akun Twitter @merapi_uncover. Dalam postingannya, sang admin menuliskan bahwa bentuk awan mirip Semar di langit Gunung Merapi kemarin pagi.

"Awan pagi tadi, malah ada yang mirip Semar," tulis akun tersebut seperti dikutip KabarJoglosemar.com dari Twitter @merapi_uncover.

Tak cuma sang admin, rupanya ada juga warga yang mengabadikan awan mirip Semar di langit Gunung Merapi yang terlihat tadi pagi.

Baca Juga: 5 Makanan Ini Bisa Bikin Jerawatan, Cek Nomor 3!

"(Teramati) di Jalan Blabak-Ketep KM 7 Ngaglik bawah, Sawangan Magelang," ujar seorang warganet yang enggan disebutkan namanya saat dikonfirmasi.

Dikatakan warga itu, awan mirip Semar di langit Gunung Merapi itu dilihatnya sekitar pukul 04:55 WIB pada Kamis kemarin. Dirinya juga berpendapat bahwa ada sedikit kemiripan awan dengan tokoh pewayangan Semar.

"Sebagai orang Jawa mas, ilmu cocoklogi ya mirip Kyai Semar," ujarnya.

Baca Juga: BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 Tahap 2 Cair ke 2,7 juta Pekerja, Cek Namamu di kemnaker.go.id

Baca Juga: 75 Persen Tempat Ibadah di Sleman Belum Punya IMB

Dirinya berharap kemunculan awan ini hanya hal biasa dan bukan pertanda akan datangnya sesuatu.

"Semoga awan biasa mas," harapnya.

Di samping pendapat awan mirip Semar, ada pula yang mengatakan awan mirip Semar di langit Gunung Merapi itu justru mirip lebih Presiden Donald Trump, hingga karakter kartun Barnacle Boy di Spongebob.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Yogyakarta Sigit Hadi Prakosa mengatakan hal itu sebagai fenomena alam biasa.

Baca Juga: 3 Hal Ini Penentu Utama Anggrek Hidup dan Sehat

"Masyarakat umum menyebut awan ini sebagai awan topi, awan tudung atau juga awan kanopi karena seolah menjadi penutup yang menyelubungi puncak gunung," ujar Sigit,

Awan Lenticularis mulai terbentuk saat arus angin yang mengalir sejajar permukaan bumi mendapat hambatan dari objek tertentu seperti pegunungan.

Akibat hambatan tersebut, arus udara tersebut bergerak naik secara vertikal menuju puncak awan.

Baca Juga: Buruan Login kemnaker.go.id untuk Cek Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 Tahap 2

Jika udara naik tersebut mengandung banyak uap air dan bersifat stabil, maka saat mencapai suhu titik embun di puncak gunung uap air tersebut mulai berkondensasi menjadi awan mengikuti kontur puncak gunung. Inilah mengapa awan Lenticularis terbentuk.

"Biasa terjadi saat angin kencang bertiup melintasi puncak gunung," ujar Sigit. ***

Editor: Galih Wijaya

Sumber: Twitter

Tags

Terkini

Terpopuler