Kemenag Terbitkan Aturan Panduan Penyelenggaraan Ibadah Natal di Tengah Pandemi Corona

1 Desember 2020, 17:00 WIB
Ornamen natal. /KabarJoglosemar.com/Ayusandra

KABAR JOGLOSEMAR- Untuk mencegah penularan virus Corona semakin masif, pemerintah melalui Kementrian Agama membuat aturan untuk pelaksanaan ibadah Natal yang alan dilakukan di Akhir Desember 2020.

Aturan baru ini dibuat agar meminimalisir penularan virus yang bisa terjadi di kluster rumah ibadah.

Baca Juga: Ada Upaya Penyelundupan 360 Juta Benih Lobster per Tahun Keluar Negeri 

Aturan dibuat sedemikian rupa agar tetap memperhatikan aspek kekhusyukkan beribadah umat namun tetap sesuai standar protokol kesehatan.

Kementerian Agama telah menerbitkan Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19.

Menurut Menteri Agama Fachrul Razi, kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia merupakan prioritas utama yang wajib dipertimbangkan dalam menetapkan kebijakan penyelenggaraan kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19.

Penerapan Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di Masa Pandemi Covid-19 ini diharapkan dapat meminimalisir risiko terjadinya kerumunan.

Baca Juga: 3 Tokoh Publik yang Positif Corona di Akhir Tahun 2020

Hal itu dilakukan tanpa mengesampingkan aspek spiritualitas umat dalam melaksanakan ibadah dan perayaan Natal, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Agama RI.

Surat edaran diterbitkan sebagai panduan umat Kristiani yang akan menyelenggarakan ibadah dan perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing dengan tetap mentaati protokol kesehatan, terutama dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19 dan perlindungan masyarakat dari risiko ancaman.

"Rumah ibadah harus menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan persebaran Covid-19," katanya menambahkan," ungkap Fahrul Razi.

Baca Juga: Soal Ekspor Benih Lobster, Effendi Gazali Sebut Edhy Prabowo 'Kecolongan'

Lebih lanjut, Menag Fachrul Razi menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan inti dan perayaan Natal di rumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid-19 di lingkungan rumah ibadah tersebut, bukan hanya berdasarkan status Zona yang berlaku di daerah.

"Meski daerah tersebut berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjemaah/ kolektif," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menag Fachrul Razi juga menyampaikan bahwa panduan ibadah tersebut untuk dipedomani oleh seluruh umat Kristiani.

"Panduan ini untuk dipedomani oleh seluruh umat Kristiani dalam menjalankan kegiatan Ibadah dan Perayaan Natal di rumah ibadah masing-masing pada masa pandemi Covid-19," tambahnya.

Baca Juga: Khasiat Madu untuk Ketahanan Tubuh dan Memperlancar Peredaran Darah

Hal-hal yang belum diatur dalam panduan ini dapat diatur secara khusus melalui imbauan Para Pimpinan Gereja Aras Nasional dan Pimpinan Gereja Katolik Indonesia.***

 

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani

Tags

Terkini

Terpopuler