Dituding Hendak Mengkudeta Partai Demokrat, Ini Respons Moeldoko

- 2 Februari 2021, 10:17 WIB
Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta berbagai persoalan yang diungkap Demokrat tak dikaitkan dengan pihak Istana dan Presiden Jokowi. Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta persoalan Partai Demokrat tak dikaitkan dengan Istana dan Presiden Jokowi.
Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta berbagai persoalan yang diungkap Demokrat tak dikaitkan dengan pihak Istana dan Presiden Jokowi. Kepala Staf Presiden Moeldoko meminta persoalan Partai Demokrat tak dikaitkan dengan Istana dan Presiden Jokowi. /ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

KABAR JOGLOSEMAR - Dalam beberapa hari terakhir jagat media sosial ramai dengan 'perang' kata-kata antara sejumlah petinggi Partai Demokrat seperti Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Andi Arif dengan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan.

'Perang' kata-kata berawal dari tudingan AHY yang menyebutkan ada gerakan yang hendak mengambialih Partai Demokrat yang melibatkan pejabat tinggi di lingkaran istana.

Baca Juga: IU Ditolak JYP Entertainment, Kini Jadi Penyanyi Sukses

Karena itu, ia pun telah menyurati Presiden Joko Widodo untuk minta klarifikasi terkait isu tersebut.

Jenderal Moeldoko pun tak tinggal diam. Ia memberi respon keras atas tudingan para petinggi Partai Demokrat tersebut.

"Jangan sedikit-sedikit istana, saya mengingatkan sekali lagi, jangan sedikit-sedikit istana. Dan jangan ganggu Pak Jokowi karena dalam hal ini beliau tidak tahu sama sekali urusan ini. Ini urusan saya, ini urusan Moledoko pribadi," tegas Moeldoko dengan nada tinggi seperti dikutip Kabar Joglosemar dari sebuah video yang beredar luas di jagat media sosial, Senin,1 Pebruari 2021.

Moeldoko yang menggelar jumpa pers secara daring, Senin, 1 Pebruari 2021, engingatkan agar isu kudeta Partai Demokrat jangan dikait-kaitkan dengan Istana, apalagi mengganggu Presiden Jokowi. Karena Presiden Jokowi tidak tahu-menahu urusan tersebut.

Baca Juga: 8 Keuntungan Menggunakan Bank Syariah, Terhindar dari Riba hingga Adanya Bagi Hasil

Dan kalau pun ia yang dituding, menurut Moeldoko, itu urusannya sebagai pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Istana apalagi dengan Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X