Ciptakan SDM Unggul, Ini 9 Program Kampus Merdeka

- 2 Mei 2021, 13:27 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan enam program dari Merdeka Belajar berkolaborasi dengan LPDP.*
Mendikbud Nadiem Makarim menyampaikan enam program dari Merdeka Belajar berkolaborasi dengan LPDP.* /Facebook Kemendikbud
 
 
 
KABAR JOGLOSEMAR - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim terus menggaungkan program Kampus Merdeka.
 
Program yang bertujuan untuk menciptakan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul ini memiliki 9 program.
 
Mendikbudristek Nadiem A Makarim melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud Nizam, mengatakan kebijakan Kampus Merdeka untuk memberi kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk bisa mengambil mata kuliah fakultas lain sampai 20 SKS bagian dari 144 SKS wajib sarjana dan kesempatan 40 SKS untuk belajar di kampus kehidupan (learning for experience) atau terjun langsung ke masyarakat.
 
 
Dengan demikian, menurut Mendikbudristek, melalui konsep Kampus Merdeka, mahasiswa yang mempunyai potensi yang berbeda satu dengan yang lain dan aspirasi yang berbeda-beda akan terakumulasi dan erkembang secara optimal.
 
Dikatakan, ada 9 program yang diciptakan dalam Kampus Merdeka untuk menghasilkan SDM unggul yakni :
 
1. Pertukaran mahasiswa. Hal ini merupakan program kolaborasi antar mahasiswa baik nasional maupun internasional guna menciptakan persahabatan global dan peluang bisnis atau kerja sama global.
 
 
2. Magang di dunia profesi yang akan dimasuki.
 
3. Mengajar di sekolah. Saat ini ada 15.000 mahasiswa yang mendampingi para guru di sekolah pelosok yang terkena dampak pandemi Covid-19. Mereka membantu pembelajaran bagi anak SD selama satu semester.
 
4. Penelitian
 
5. Proyek kemanusiaan dengan terjun langsung berpartisipasi dalam membantu korban bencana.
 
6. Kewirausahaan, yakni bagaimana menciptakan wirausaha yang unggul agar tercipta perusahaan startup baru dari anak bangsa.
 
7. Proyek mandiri
 
8. Membangun desa
 
9. Bela Negara
 
Menurut Mendikbudristek yang dilansir Kabar Joglosemar dari laman kemdikbud.go.id pada Minggu 2Mei 2021, gagasan terkait Kampus Merdeka merupakan salah satu upaya pemulihan ekonomi dan menghasilkan SDM untuk bagi masa depan bangsa.
 
 
"Konsep Kampus Merdeka untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi revolusi industri dengan membekali kecakapan kompetensi yang adaptif, entrepreneurial dan complex problem solver," kata Nizam.

Krena itu perlu kecakapan lintas disiplin ilmu agar para mahasiswa tidak hanya mengetahui satu ilmu secara sempit tetapi bisa berinteraksi dengan lintas ilmu untuk menghasilkan kreativitas inovasi baru.
 
Dikatakan, keragaman budaya daerah dan kesenian yang ada di Indonesia merupakan suatu keunggulan yang dimiliki oleh DNA anak-anak bangsa. Ini terbukti ketika hal itu dikawinkan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka yang lahir adalah raksasa-raksasa ekonomi baru.
 

"Enam dari 11 unicorn dan decacorn di Asia Tenggara lahir dan besar di Indonesia. Iini menjadi bukti bahwa kreativitas milenial Indonesia luar biasa..Karena itu harus diakselerasi dan diperkuat agar melahirkan para kreator baru," kata Nizam.

Dikatakan, dalam menghadapi disrupsi ini, tidak boleh ada mata rantai yang putus (broken link) antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, karena perubahannya sangat dinami.
 
Menurut Nizam, dari 9 program dalam Kampus Merdeka maka outputnya adalah hardskill mahasiswa lebih terasah, lebih siap memasuki dunia kerja.
 
 
Dengan demikian, ketika keluar atau lulus dari perguruan tinggi, mereka tidak hanya membawa selembar ijazah tetapi siap menjadi profesional, entrepreneurscientist, birokrat politisi yang unggul melalui sinergi antara kampus dan kampus kehidupan.
 
Dengan konsep Kampus Merdeka maka Indonesia berpeluang menjadi negara maju dengan penghasilan yang tinggi karena adanya bonus demografi dan peluang dari revolusi industri 4.0.Hal ni bisa dicapai dengan menciptakan SDM yang unggul.
 
"Merdeka Belajar sebagai kebijakan untuk mewujudkan SDM yang unggul dan pelajar Pancasila yang tangguh," kata Nizam.
 

Karena itu, ekosistem Kampus Merdeka adalah lingkungan kampus yang sehat, aman dan sinergi dengan para pemangku kepentingan. Penguatan ekosistem entrepreneurship dan program-program kewirausahaan yang dihubungkan dengan capital dan pelaku dunia usaha dunia industri (DUDI).

"Gotong royong antarkampus dan pelaku serta penerima pendidikan merupakan kunci membangun pendidikan tinggi ke depan," kata Nizam.***

Editor: Sunti Melati

Sumber: Kominfo


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X