Menggerakkan Ekonomi Jawa Tengah

- 24 September 2020, 12:38 WIB
ILUSTRASI Pemulihan Ekonomi Kala Pandemi.*
ILUSTRASI Pemulihan Ekonomi Kala Pandemi.* //ANTARA/

KABAR JOGLOSEMAR - Dampak Pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Jawa Tengah sampai dengan triwulan kedua tahun 2020 terbukti signifikan.

Berdasarkan rilis BPS Jawa Tengah, perekonomian Jawa Tengah triwulan II-2020 terhadap triwulan II-2019 mengalami kontraksi (pertumbuhan negatif) sebesar 5,94 persen (year-on-year).

Kondisi ini berbalik arah jika dibanding pertumbuhan periode yang sama di tahun 2019 sebesar 5,52 persen.

Baca Juga: Belum Dapat BLT non PKH Rp 500 Ribu dari Kemensos? Segera Lapor ke Sini

Banyak pihak berharap, termasuk penulis, agar trend pertumbuhan ekonomi negatif tersebut tidak berlanjut pada triwulan III-2020 dan triwulan IV-2020.

Bagaimana upaya yang harus dilakukan agar pertumbuhan ekonomi negatif Jawa Tengah dapat dicegah seminimal mungkin?

Bahkan diharapkan berbalik arah (rebound) ke arah pertumbuhan ekonomi yang positif. Jawaban pertanyaan tersebut menjadi fokus artikel ini.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh permintaan agregat dan penawaran ageregat (Boediono, 1992). Permintaan agregat meliputi faktor atau variabel konsumsi rumah tangga (masyarakat), investasi swasta, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor (selisih antara ekspor dengan impor).

Dari sisi penawaran agregat, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah modal fisik, modal insani, modal finansial, modal sumber daya alam, modal sosial dan kemajuan teknologi.

Halaman:

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X