Sidak ke RSUD Kartini Jepara, Ganjar Pranowo Mengaku Sedih

- 15 Juni 2021, 20:40 WIB
Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah mengusulkan 5 hari di rumah setelah ada varian Covid-19 India masuk ke Kudus
Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah mengusulkan 5 hari di rumah setelah ada varian Covid-19 India masuk ke Kudus /Tangkapan layar youtube.com / Ganjar Pranowo/tangkapan layar youtube.com / Ganjar Pranowo

KABAR JOGLOSEMAR - Pada hari Selasa, 15 Juni 2021, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke RSUD Kartini, Jepara, Jawa Tengah. Ganjar Pranowo mengaku sedih melihat banyak pasien berada di luar IGD karena IGD penuh.

"Hari ini saya sidak di RSUD Kartini Jepara. Sedih sekali melihat banyak pasien di luar karena IGD penuh. Saya langsung memimpin pemindahan pasien ke RS lain agar dapat segera ditangani. Termasuk mempercepat birokrasi pemulasaran jenazah yang lama. Sekali lagi bapak ibu, saya meminta agar kita disiplin menaati protokol kesehatan," tulis Ganjar Pranowo dikutip Kabar Joglosemar di akun Instgaram @ganjar_pranowo yang diunggah pada Selasa, 15 Juni 2021.

Baca Juga: Ngobrol dengan Pedagang di Pasar Tradisional, Menkeu Sri Mulyani : Jangan Mudah Termakan Isu

Menurut Ganjar Pranowo, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Dan hanya dengan kesadaran penuh dari diri masyarakat sendiri yang bisa membantu mengatasi dan memperbaiki keadaan.

"Situasi sudah sangat mengkhawatirkan dan hanya dengan kesadaran diri sendiri kita bisa membantu memperbaiki keadaan. Maturnuwun," kata Ganjar Pranowo.

Menanggapi meningkatnya kasus COVID-19 di Jepara maupun di daerah lain di Jawa Tengah, sejumlah warga mengingatkan agar warga meniadakan sementara hajatan apa pun meski dengan embel-embel taat protokol kesehatan (prokes).

"Apapun bentuk hajatan meski dengan embel2 taat prokes tolong ditiadakan dulu lah sementara," ajak ᴅɪᴄᴋʏ di akun @_dqsaputra.

Baca Juga: 17 Pasien Covid-19 di Jogja Meninggal dalam 24 Jam Terakhir

Sementara Wipriyo di akun Instagramnya, @wipriyo mengatakan bahwa apa disampaikan dokter bahwa bila terjadi kasus seperti di India, maka tidak akan mampu karena fasilitas kesehatan (faskes) masih sangat kurang. Karena itu, yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa wabah masih mengancam.

Halaman:

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X