Dilarang Pemerintah, Berikut Pandangan Takbir Keliling dalam Islam

- 20 April 2021, 17:33 WIB
Ilustrasi Ramadhan 1442 H/
Ilustrasi Ramadhan 1442 H/ /Pixabay.com/chiplanay/

Sementara itu, Syeikh As Sa'di dalam kitab Tafsir Al Karim Ar Rahman menyebutkan bahwa rasa syukur kepada Allah SWT semestinya hadir pada setiap umat Islam saat bulan telah sempurna.

Baca Juga: Nicholas Saputra Tuai Pujian Netizen Ketika Tertib Antri Saat Vaksinasi

Rasya syukur atau kalimat takbir ini dimulai dari hilal Syawal terlihat hingga khutbah Idul Fitri berakhir.
 
Sementara itu, di tanah air rasa syukur ini kerap dilaksanakan dalam gelaran takbir keliling.

Takbir keliling sendiri dalam Islam dinilai sebagai salah satu rasa semangat umat Islam untuk membangkitkan serta mengerjakan kebaikan.

Dalam sebuah Hadis, Rasulullah pun menganjurkan bahwa malam hari sebelum Idul Fitri hendaknya umat Islam memperbanyak takbir sebagai bukti rasa cinta kepada Allah SWT.

Singkatnya, dalam Islam takbir keliling merupakan salah satu fenomena yang boleh dijalankan karena turut memeriahkan hadirnya Idul Fitri 1442 H.

Meskipun begitu, hal tersebut tidak berlaku di kala pandemi COVID-19. Sebab, demi menjaga protokol kesehatan, setiap orang diwajibkan menjaga jarak serta tidak diperkenankan berkerumun termasuk untuk kegiatan takbir keliling.

Baca Juga: 6 Cara Amankan Akun Facebook dari Tag Link Video Porno

Dengan demikian, informasi mengenai pandangan takbir keliling dalam Islam yang kini kita ketahui telah dilarang oleh pemerintah. ***

Halaman:

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X