Menhub Sebut 81 Juta Orang Berpotensi Bepergian Jika Tak Ada Larangan Mudik

- 8 April 2021, 08:27 WIB
Ilustrasi pemberlakukan kebijakan larangan mudik 2021 /Antara Foto/Asep Fathulrahman

KABAR JOGLOSEMAR - Menyikapi lonjakan penularan virus corona, pemerintah memberlakukan larangan mudik pada Ramadhan dan lebaran 2021.

Berkaca dari mudik saat libur Natal dan tahun baru 2020 lalu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut terdapat lonjakan kasus aktif dan meninggal dunia.

Bahkan dalam kajian yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) larangan mudik kali ini dikatakannya bisa mengantisipasi pergerakan orang yang ingin mudik dan berdampak pada laju penularan.

Baca Juga: Desiree Tarigan Laporkan Suaminya Terkait Pencemaran Nama Baik dan Penyerobotan Tanah

"Apabila tidak ada larangan mudik, maka 33 persen orang masih mudik. Artinya ada 81 juta orang akan mudik. Tetapi kalau ada larangan mudik maka yang ingin mudik 11 persen dengan angka 27 juta," ujar Budi Karya Sumadi pada Rabu, 7 April 2021 seperti dikutip KabarJoglosemar.com dari YouTube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, jumlah tersebut saja masih cukup banyak apa lagi jika larangan mudik tidak diberlakukan.

Masih dalam survei yang sama, tujuan mudik yang menjadi jujukan warga wilayah Jabodetabek paling banyak ialah ke wilayah Jawa Tengah dengan persentase sebesar 37 persen atau 12 juta orang. Kemudian disusul dengan wilayah Jawa Barat dan juga Jawa Timur.

Baca Juga: Kode Redeem FF (Free Fire) Terbaru 8 April 2021, Segera Klaim Masih Aktif Hari Ini

"Oleh karenanya kita ditugaskan pak Presiden (Jokowi) untuk melakukan mitigasi apa yang terjadi pada tahun sebelumnya," katanya.

Mengantisipasi adanya lonjakan pergerakan di jalur darat terutama bagi warga yang menggunakan mobil pribadi, bus hingga truk, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Polisi maupun Korlantas untuk melakukan penjagaan.

Halaman:

Editor: Galih Wijaya

Sumber: YouTube Sekretariat Presiden


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X