Status Tanggap Darurat Bencana untuk Kabupaten Lembata

- 7 April 2021, 13:18 WIB
Dokumentasi: Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Dokumentasi: Banjir bandang melanda wilayah Waiwerang dan sekitarnya di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT. /Antara/Handout
 
 
 
KABAR JOGLOSEMAR - Kabupaten Lembata, Provinsi NTT ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana sejak 4 April hingga 17 April 2021. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penanganan bencana alam yang memporakporandakan wilayah tersebut.
 
Status tanggap darurat bencana ini ditetapkan oleh Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada hari Senin 5 April 2021. Dengan status ini diharapkan akan memudahkan penanganan pascabencana banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang dan gelombang pasang yang terjadi di wilayah tersebut sejak Minggu 4 April 2021.
 
"Dengan penetapan status tanggap darurat bencana itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan kestabilan aktivitas perekonomian dan kelancaran arus transportasi bagi masyarakat dan wilayah terdampak," kata Bupati Lembata Eliaser Yentji .
 
 
 
Bencana alam hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang akibat siklon tropis seroja itu mengakibatkan banjir bandang, pohon tumbang, tanah longsor dan gelombang laut yang tinggi telah memporakporandakan Kabupaten Lembata, Adonara maupun sejumlah daerah lainnya di NTT.
 
Selain mengakibatkan ratusan rumah rusak dan tertimbun tanah longsor, puluhan korban jiwa dan orang hilang serta ribuan warga mengungsi, indrastruktur seperti jalan dan jembatan pun rusak parah.
 
Hal ini menyulitkan penanganan pascabencana, termasuk penyaluran bantuan, pencarian dan penyelamatan korban.
 
 
Menurut data Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB,  ada6 titik lokasi pengungsian warga terdampak, yakni SMP Sabar Subur Betun, SDK Betun 1 dan 2, SDI Wemalae Betun, SDI Bakateu dan SDI Kletek. Satu titik posko utamadi aula Kantor Bupati dan satu titik pos lapangan di Puskesmas Waipukang.
 
Hingga Selasa 6 April pukul 21.00 WIB, BNPB mencatat korban meninggal dunia sebanya 28 orang, 44 orang hilang, 958 warga mengungsi dan 98 korban luka-luka di Kabupaten Lembata. Selain itu, ada 75 rumah rusak ringan, 15 rumah rusak sedang dan 224 unit rumah rusak berat.
 
Pada Selasa 6 April 2021, Kepala BNPB Doni Monardo bersama rombongan melihat langsung kondisi lokasi pascabanjir bandang di Kabupaten Lembata. Doni juga meninjau fasilitas kesehatan di RSUD Lewoleba Lembata, pos pengungsian dan fasilitas dapur umum yang melayani kebutuhan para pengungsi terdampak banjir bandang.
 
 
 
Pada kesempatan itu, Doni menginstruksikan koordinator tiap pos pengungsian agar mensosialisasikan pemahaman mengenai Covid-19. Hal ini bermanfaat bagi warga terdampak agar dapat mengidentifikasi kondisi kesehatan sejak dini sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19 sebagai salah satu langkah penanganan pascabencana.***

Editor: Sunti Melati


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X