DIY Alami Deflasi pada Juli 2020

- 5 Agustus 2020, 22:19 WIB
Ilustrasi uang rupiah. /PIXABAY/EmAji

KABAR JOGLOSEMAR – Pada Juli 2020, DIY mencatatkan deflasi 0.08% (mtm).  Laju inflasi DIY secara akumulatif sampai dengan Juli 2020 tercatat 0,72% (ytd) atau secara tahunan 1,83 (yoy). Deflasi ini menceerminkan tingkat permintaan yang masih rendah di tengah pandemi COVID-19.

"Capaian inflasi DIY pada Juli 2020 terutama disebabkan oleh deflasi kelompok harga pangan bergejolak maupun kelompok harga yang diatur pemerintah. Sementara inflasi inti  mengalami inflasi yang rendah,” kata Miyono, Deputi Direktur BI DIY, dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Agustus 2020.

Dari sisi kelompok harga pangan, deflasi disebabkan oleh melimpahnya pasokan bawang merah seiring dengan memasuki masa panen raya. Deflasi bawang merah ini mengakhiri lonjakan bawang merah dalam 4 bulan terakhir, yang sempat mengalami kenaikan harga hingga 62%. Sementara itu komoditas bawang putih kembali mengalami deflasi dalam 5 bulan berturut-turut. Berdasarkan data PIHPS, rata-rata harga bawang putih di DIY mencapai Rp21.850/kg.

Baca Juga: Warga Curhat di Twitter Dapat Tagihan Listrik PLN Rp 19 Juta

Sementara itu, pada kelompok administered prices kembali mengalami deflasi akibat penurunan harga tiket angkutan udara. Pasca dibukanya kembali bandara di DIY, permintaan terhadap angkutan udara masih sangat rendah. Akibatnya maskapai terus melakukan pemotongan harga untuk meningkatkan tingkat okupansi.

“Dari sisi inflasi kelompok inti, peningkatan inflasi ditopang oleh peningkatan harga emas perhiasan dan sepeda,” ujarnya.

Sementara itu, bersepeda rupanya sedang menjadi tren dan membentuk gaya hidup baru masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Akibatnya permintaan terhadap sepeda meningkat drastis. Namun mayoritas produsen sepeda tidak mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, sehingga pabrik kesulitan memenuhi permintaan konsumen. Dampaknya harga sepeda maupun spare part di pasar cenderung melonjak. Bank Indonesia memperkirakan inflasi DIY 2020 akan berada pada batas bawah titik tengah sasaran.***

Editor: Ayusandra Adhitya Septi Andani


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X